Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Tanda Dia Minta Putus


Apakah saat ini kamu sedang resah karena
hubunganmu dengan dia nggak berjalan
mulus? Biasanya, kita memang bisa merasa
saat suatu hubungan itu akan berakhir.
Apalagi kalau penyebabnya berasal dari si
dia.
Bisa jadi kalau saat ini dia sedang melakukan
beberapa hal di bawah ini, itu artinya hubungan
kalian akan segera berakhir:
Mulai susah dicari. Ditelepon nggak diangkat,
SMS/BBM nggak dibalas. Sekalinya diangkat,
dia bilang lagi sibuk banget sama teman-
temannya. Yup, dia mulai susah diajak
ketemuan, dan lebih banyak menghabiskan
waktu sama orang lain atau untuk dirinya
sendiri.
Sering ingkar janji. Nggak hanya terlambat
datang saat janjian nge-date, tapi juga nggak
menepati janjinya untuk membantu kita
menyelesaikan tugas sekolah. Hmm, intinya
sih…kita sudah bukan prioritas utama lagi
dalam hidupnya.
Dia sudah bukan “dirinya” lagi. Saat jalan
bareng dia, kok rasanya seperti jalan sama
orang asing ya? Rasanya dia nggak “lepas”,
dan banyak hal yang dia tutupi. Saat kita tanya,
“kamu kenapa sih?”, dia juga cuma bilang,
“nggak ada apa-apa”. Hhhhhh……
Nggak ada lagi obrolan seputar “kita”. Kalau
dulu dia sering banget bilang, “Minggu depan
kita nonton film itu ya” atau “Kapan kita
ngobrol lagi sama geng itu”. Tapi sekarang,
sepertinya jarang tuh dia ngomongin hal yang
sifatnya berdua.
Sering menyalahkan kita dalam segala hal.
Teknik ini banyak dipakai laki-laki untuk
membuat kita jengkel dan berharap kita nggak
akan bertahan dengan sikapnya ini.
“Aku butuh waktu untuk sendiri”. Kata-kata
menyakitkan ini secara nggak langsung
mengatakan bahwa dia memang ingin kita
tidak menggangu hidupnya lagi.
Hmmm, kalau beberapa tanda di atas sedang
kamu alami, lebih baik siapkan hati dan mental
kita untuk bisa mengakhiri hubungan dengannya.gan itu akan berakhir.
Apalagi kalau penyebabnya berasal dari si
dia.
Bisa jadi kalau saat ini dia sedang melakukan
beberapa hal di bawah ini, itu artinya hubungan
kalian akan segera berakhir:
Mulai susah dicari. Ditelepon nggak diangkat,
SMS/BBM nggak dibalas. Sekalinya diangkat,
dia bilang lagi sibuk banget sama teman-
temannya. Yup, dia mulai susah diajak
ketemuan, dan lebih banyak menghabiskan
waktu sama orang lain atau untuk dirinya
sendiri.
Sering ingkar janji. Nggak hanya terlambat
datang saat janjian nge-date, tapi juga nggak
menepati janjinya untuk membantu kita
menyelesaikan tugas sekolah. Hmm, intinya
sih…kita sudah bukan prioritas utama lagi
dalam hidupnya.
Dia sudah bukan “dirinya” lagi. Saat jalan
bareng dia, kok rasanya seperti jalan sama
orang asing ya? Rasanya dia nggak “lepas”,
dan banyak hal yang dia tutupi. Saat kita tanya,
“kamu kenapa sih?”, dia juga cuma bilang,
“nggak ada apa-apa”. Hhhhhh……
Nggak ada lagi obrolan seputar “kita”. Kalau
dulu dia sering banget bilang, “Minggu depan
kita nonton film itu ya” atau “Kapan kita
ngobrol lagi sama geng itu”. Tapi sekarang,
sepertinya jarang tuh dia ngomongin hal yang
sifatnya berdua.
Sering menyalahkan kita dalam segala hal.
Teknik ini banyak dipakai laki-laki untuk
membuat kita jengkel dan berharap kita nggak
akan bertahan dengan sikapnya ini.
“Aku butuh waktu untuk sendiri”. Kata-kata
menyakitkan ini secara nggak langsung
mengatakan bahwa dia memang ingin kita
tidak menggangu hidupnya lagi.
Hmmm, kalau beberapa tanda di atas sedang
kamu alami, lebih baik siapkan hati dan mental
kita untuk bisa mengakhiri hubungan dengannya.

Naksir Sobat


Pasti susah banget ya rasanya kalau naksir
sama cowok, dan dia cuma mau sobatan
sama kita. Bayangkan, dia selalu ada di
sekitar kita hampir setiap hari. Gimana biar
sobatan tetap jalan tanpa harus merasa
hidup dalam neraka.
Kuatkan Hati
Sebelum memutuskan untuk melanjutkan
persahabatan sama mantan gebetan, yakinkan
diri dulu kalau kita bisa menghapus rasa suka itu.
Yang penting, jangan pernah berharap kalau
hubungan ini suatu saat bisa berubah jadi seperti
yang kita inginkan. Kita juga mesti tahan banting,
karena dia mungkin saja bakal ngajak kita jalan
bareng gebetan atau pacarnya.
Jangan Main Api
Lupakan segala usaha untuk mendapatkannya.
Hormati keputusannya, karena mungkin sobatan
memang bentuk hubungan yang terbaik buat kita
dan cowok itu. Jadi, nggak usah deh berusaha
tampil cantik atau memberi pengorbanan yang
bombastis untuk membuatnya terkesan. Lebih
baik jadi diri sendiri dan berusaha jadi sobat yang
baik buat dia.
Cari Sobat Baru
Kalau kamu nggak bisa menahan rasa suka kamu
sama dia dan membuat kamu tersiksa,
mendingan kamu mencari sobat cowok lain.
Nggak perlu memutuskan hubungan sama dia,
tapi setidaknya perhatian kamu akan terbagi dan
nggak terlalu fokus ke dia terus. Siapa tahu kamu
mendapatkan gebetan baru yang lebih pas.nget ya rasanya kalau naksir
sama cowok, dan dia cuma mau sobatan
sama kita. Bayangkan, dia selalu ada di
sekitar kita hampir setiap hari. Gimana biar
sobatan tetap jalan tanpa harus merasa
hidup dalam neraka.
Kuatkan Hati
Sebelum memutuskan untuk melanjutkan
persahabatan sama mantan gebetan, yakinkan
diri dulu kalau kita bisa menghapus rasa suka itu.
Yang penting, jangan pernah berharap kalau
hubungan ini suatu saat bisa berubah jadi seperti
yang kita inginkan. Kita juga mesti tahan banting,
karena dia mungkin saja bakal ngajak kita jalan
bareng gebetan atau pacarnya.
Jangan Main Api
Lupakan segala usaha untuk mendapatkannya.
Hormati keputusannya, karena mungkin sobatan
memang bentuk hubungan yang terbaik buat kita
dan cowok itu. Jadi, nggak usah deh berusaha
tampil cantik atau memberi pengorbanan yang
bombastis untuk membuatnya terkesan. Lebih
baik jadi diri sendiri dan berusaha jadi sobat yang
baik buat dia.
Cari Sobat Baru
Kalau kamu nggak bisa menahan rasa suka kamu
sama dia dan membuat kamu tersiksa,
mendingan kamu mencari sobat cowok lain.
Nggak perlu memutuskan hubungan sama dia,
tapi setidaknya perhatian kamu akan terbagi dan
nggak terlalu fokus ke dia terus. Siapa tahu kamu
mendapatkan gebetan baru yang lebih pas.

5 Langkah Mengubah Sobat Jadi Pacar


Hmm, sebenarnya sih kata hati yang
terdalam nggak mau merusak persahabatan
dengan cinta. Tapi, siapa yang tahu sih
kapan datang si cupid ini? Dan sekarang, kita
benar-benar jadi suka, deh sama sobat
sendiri. Kalau memang berniat pedekate
lebih lanjut dan siap dengan segala
resikonya, ikuti langkah-langkah ini:
1. Pastikan sobat dalam kondisi jomblo.
Ingat, merebut pacar orang bukanlah
tindakan yang terpuji. Jadi sesuka apa pun
kita sama sobat, tunggu sampai dia benar-
benar dalam keadaan single.
2. Be more than “just a friend”. Kalau
selama ini kita menjadi sobat yang selalu
jalan bareng se-geng, sekarang saatnya
untuk menunjukkan perhatian lebih (tapi
nggak lebay!). Nggak hanya sekadar berbagi
cerita dan senang-senang, tapi juga
tunjukkan kalau kita care sama dia.
Misalnya, mengingatkan dia tentang tugas-
tugas di sekolah, atau selalu siap membantu
saat dia sedang kesusahan. Make he feels
like he couldn't possibly live without you.
Tapi ingat, jadilah dirimu apa adanya dan
jangan jadi fake, ya.
3. Cobalah menjadi dirinya. Siapa sih yang
nggak merasa canggung saat didekati oleh
sobat sendiri? Jadi, pikirkan lagi semua apa
yang akan kamu lakukan dan pikirkan reaksi
yang mungkin dia lakukan saat melihatnya.
Jalankan proses pedekate ini secara pelan-
pelan dan bukan menjadi agresif. Bisa-bisa
dia jadi lari ketakutan, deh.
4. Make a date! Jangan langsung
mengajaknya buat candle light dinner. Tapi,
lakukan apa yang biasa kita lakukan dulu
bareng geng, tapi berdua (kalau dia setuju).
Pergi ke toko buku, nonton bioskop, atau
sekadar nongkrong di kedai kopi sambil
ngobrol.
5. Sabar dan selalu lihat situasi. Namanya
juga proses pedekate, pasti butuh waktu
dan kesabaran. Yang paling penting adalah,
jangan sakit hati saat nantinya dia memang
benar-benar hanya ingin berteman dengan
kita. Untuk mencegahnya, saat dia
menunjukkan tanda-tanda nggak suka
dengan proses pedekate kita, lebih baik
hentikan, daripada nantinya merusak
persahabatan, kan?benarnya sih kata hati yang
terdalam nggak mau merusak persahabatan
dengan cinta. Tapi, siapa yang tahu sih
kapan datang si cupid ini? Dan sekarang, kita
benar-benar jadi suka, deh sama sobat
sendiri. Kalau memang berniat pedekate
lebih lanjut dan siap dengan segala
resikonya, ikuti langkah-langkah ini:
1. Pastikan sobat dalam kondisi jomblo.
Ingat, merebut pacar orang bukanlah
tindakan yang terpuji. Jadi sesuka apa pun
kita sama sobat, tunggu sampai dia benar-
benar dalam keadaan single.
2. Be more than “just a friend”. Kalau
selama ini kita menjadi sobat yang selalu
jalan bareng se-geng, sekarang saatnya
untuk menunjukkan perhatian lebih (tapi
nggak lebay!). Nggak hanya sekadar berbagi
cerita dan senang-senang, tapi juga
tunjukkan kalau kita care sama dia.
Misalnya, mengingatkan dia tentang tugas-
tugas di sekolah, atau selalu siap membantu
saat dia sedang kesusahan. Make he feels
like he couldn't possibly live without you.
Tapi ingat, jadilah dirimu apa adanya dan
jangan jadi fake, ya.
3. Cobalah menjadi dirinya. Siapa sih yang
nggak merasa canggung saat didekati oleh
sobat sendiri? Jadi, pikirkan lagi semua apa
yang akan kamu lakukan dan pikirkan reaksi
yang mungkin dia lakukan saat melihatnya.
Jalankan proses pedekate ini secara pelan-
pelan dan bukan menjadi agresif. Bisa-bisa
dia jadi lari ketakutan, deh.
4. Make a date! Jangan langsung
mengajaknya buat candle light dinner. Tapi,
lakukan apa yang biasa kita lakukan dulu
bareng geng, tapi berdua (kalau dia setuju).
Pergi ke toko buku, nonton bioskop, atau
sekadar nongkrong di kedai kopi sambil
ngobrol.
5. Sabar dan selalu lihat situasi. Namanya
juga proses pedekate, pasti butuh waktu
dan kesabaran. Yang paling penting adalah,
jangan sakit hati saat nantinya dia memang
benar-benar hanya ingin berteman dengan
kita. Untuk mencegahnya, saat dia
menunjukkan tanda-tanda nggak suka
dengan proses pedekate kita, lebih baik
hentikan, daripada nantinya merusak
persahabatan, kan?

Nobar Sama Temen Cewek


Salah satu kegiatan seru saat ngumpul
bareng teman-teman cewek adalah nonton
bareng. Nggak perlu ribet dan keluar uang
banyak. Siapkan saja DVD player dan tonton
film berikut. Psst, di sini nggak perlu jaim,
lho. Bebas teriak-teriak, cekikikan atau
termehek-mehek sepuasnya. Dijamin seru!
Twilight Saga (2008)
Nggak ada yang lebih tepat selain menonton film
yang satu ini bareng sobat cewek. Yup, kita bisa
jejeritan sesuka hati melihat duo ganteng Robert
Pattinson dan Taylor Lautner, tanpa ada yang
protes. Hehehe.. Lebih asyik lagi jika sekalian
maraton New Moon (2009) dan Eclipse (2010).
Ringu (1998)
Kamu dan teman-teman merasa butuh
tantangan? Tonton deh Ringu (atau sering juga
disebut Ring), versi original dari The Ring. Biarpun
nonton di siang hari, film yang menampilkan
sosok Sadako ini tetap bisa membuat bulu kuduk
berdiri. Biar “adrenalin” kita makin terpacu,
buatlah aturan supaya nggak ada yang tutup
mata atau telinga. Hayo, siapa yang bisa tahan
ya?
He's Just Not That Into You (2009)
Film komedi romantis ini memang “cewek”
banget. Mengangkat beberapa kisah hubungan
cewek dan cowok, film yang dibintangi Scarlett
Johansson,
Bradley Cooper, Jennifer Aniston, serta sederet
bintang beken ini, sangat mengena dan terasa
nyata. Intinya sih, tentang cowok yang suka
memberi harapan palsu dan juga cerita cewek-
cewek yang bertepuk sebelah tangan. Biasanya,
setelah menonton pasti ada yang curhat
colongan, hehehe...
Scream (1996)
Sementara DVD Scream 4 (2011) belum keluar,
kita bisa nonton versi “jadulnya” Scream 1, 2
(1997) atau yang ke-3 (2000). Walaupun sudah
agak lama, tapi film ini tetap layak ditonton. Yup,
film tentang serial killer bertopeng ini memang
merupakan pioner film remaja ber-ganre thriller.
Siap-siap dibuat deg-degan, ya!
Salah satu kegiatan seru saat ngumpul
bareng teman-teman cewek adalah nonton
bareng. Nggak perlu ribet dan keluar uang
banyak. Siapkan saja DVD player dan tonton
film berikut. Psst, di sini nggak perlu jaim,
lho. Bebas teriak-teriak, cekikikan atau
termehek-mehek sepuasnya. Dijamin seru!
Twilight Saga (2008)
Nggak ada yang lebih tepat selain menonton film
yang satu ini bareng sobat cewek. Yup, kita bisa
jejeritan sesuka hati melihat duo ganteng Robert
Pattinson dan Taylor Lautner, tanpa ada yang
protes. Hehehe.. Lebih asyik lagi jika sekalian
maraton New Moon (2009) dan Eclipse (2010).
Ringu (1998)
Kamu dan teman-teman merasa butuh
tantangan? Tonton deh Ringu (atau sering juga
disebut Ring), versi original dari The Ring. Biarpun
nonton di siang hari, film yang menampilkan
sosok Sadako ini tetap bisa membuat bulu kuduk
berdiri. Biar “adrenalin” kita makin terpacu,
buatlah aturan supaya nggak ada yang tutup
mata atau telinga. Hayo, siapa yang bisa tahan
ya?
He's Just Not That Into You (2009)
Film komedi romantis ini memang “cewek”
banget. Mengangkat beberapa kisah hubungan
cewek dan cowok, film yang dibintangi Scarlett
Johansson,
Bradley Cooper, Jennifer Aniston, serta sederet
bintang beken ini, sangat mengena dan terasa
nyata. Intinya sih, tentang cowok yang suka
memberi harapan palsu dan juga cerita cewek-
cewek yang bertepuk sebelah tangan. Biasanya,
setelah menonton pasti ada yang curhat
colongan, hehehe...
Scream (1996)
Sementara DVD Scream 4 (2011) belum keluar,
kita bisa nonton versi “jadulnya” Scream 1, 2
(1997) atau yang ke-3 (2000). Walaupun sudah
agak lama, tapi film ini tetap layak ditonton. Yup,
film tentang serial killer bertopeng ini memang
merupakan pioner film remaja ber-ganre thriller.
Siap-siap dibuat deg-degan, ya!

Selamat berdamai (ortu)


Ortu selalu ngasih nasihat, tapi giliran
mereka salah, pura-pura lupa atau gengsi!
Ugh...sebel banget rasanya! Padahal, mereka
sendiri yang bilang kalau kita salah, kita nggak
boleh gengsi untuk minta maaf, sama siapapun
kesalahan itu kita lakukan. Lalu, kalau sekarang
mereka yang melakukan kesalahan, apa kesalahan
itu sudah termaafkan dan terlupakan dengan
sendirinya hanya karena ‘status’ mereka sebagai
ortu yang melahirkan dan membesarkan kita?
Uh… kok jadi terdengar nggak demokratis banget,
ya!
Tapi, sebelum rasa kesal kita berkepanjangan,
coba kita cek dulu, apa benar ortu totally cuek
dengan kesalahannya itu? Jangan-jangan mereka
sebenarnya sudah minta maaf, tapi dengan cara
lain, nggak melulu lewat kata “Maaf, ya”. Misalnya,
ortu suka meminta maaf atau mencoba
berkomunikasi lagi sama kita yang lagi bete
dengan cara seperti ini :
1. Bertanya baik-baik, “Kamu masih marah?”.
Biasanya kalimat ini nggak disambung dengan
pernyataan maaf tetapi justru kepada rentetan
pembelaan diri.
2. Tiba-tiba membuatkan kue kesukaan atau
mengajak shopping bareng.
3. Terlihat merasa bersalah. Gerak-geriknya
seperti ingin “berdamai” dan agak salah tingkah
ketika berbicara dengan kita.
4. Tiba-tiba ortu jadi membela kita ketika kita
berantem sama adik atau kakak.
5. Walaupun nggak minta maaf tapi ortu
mengubah sikapnya, karena tahu telah berbuat
salah.
Jadi sebenarnya ortu pasti tahu kok kalau kita lagi
bete karena sikap mereka yang nggak pas di mata
kita. Nggak ada salahnya kalau kita bilang terus
terang ke mereka dan keuntungannya, kita pun
jadi nggak perlu berlama-lama perang dingin
sama mereka, deh.
Selamat berdamai!

Entri Populer

Catagory

#top I Pemilik script aztanz lie ziear copyright 2011
Bandung - 4 blogger.com